Isa fadilla
Diambil dari : Lesmana CBJ dan Suryani LK. 2008. Hidup Bahagia Perjuangan Melawan Kegelapan. Jakarta : Pustaka Obor Populer.
Ada saat dimana hati ini merasa sendirian
Sunyi, sepi, hening

Semua seperti menghilang dari perasan dan pemikiran

Ada saat hati ini di dalam kesendirian
Merasa penuh dengan kebahagiaan
Semua yang terhampar terasa nikmat

Semua kelihatan ceria dan berbinar-binar


Adakah tersisa waktu untuk merasakan orang lain?

Adakah tersisa waktu untuk mensyukuri apa yang diberikan oleh tuhan?

Adakah tersisa waktu untuk mensyukuri kenapa aku dilahirkan di dunia ini?

Kadang muncul perasaan gundah

Kadang muncul penyesalan

Kadang muncul perasaan disakiti orang

Kadang muncul kata ' buat apa aku pikirin'

Di saat keberanian muncul berani menghadapi tantangan
Di saat rasa jengah muncul berani menghadapi apapun yang terjadi terjadilah

Di saat-saat seperti itu tidak ada yang bisa menghalangiku

Bangkit suatu kekuatan untuk melakukan apa yang bisa aku lakukan

Apa yang tidak terprogram menjadi terprogram

Apa yang tidak mungkin menjadi mungkin


Di saat seperti itu baru aku merasakan betapa Tuhan menyayangiku

Di saat seperti itu baru aku merasakan betapa Tuhan Maha Besar

Di saat seperti itu baru aku merasakan betapa Tuhan Maha Tahu dan Maha Pengasih

Di saat seperti itu baru aku merasakan diriku kecil, sangat kecil


Ternyata tuhan dekat kalau kita dekat dengan-Nya

Tuhan membantu kalau kita berusaha

Tuhan menyayangi kalu kita benar-benar ikhlas

Terimakasih Tuhan


Yang menyadarkan diriku dari kegelapan
Yang memberikan aku jalan terang
Yang memberikan kesempatan aku bangkit
Yang memberikan aku untuk berjuang

(Suryani)

Mengapa seakan-akan waktu kita hanya digunakan untuk mengeluh dan mengeluh. Sepertinya tiada hari tanpa mengeluh. Hidup seakan-akan Selalu menderita, dan seakan-akan hanya kita yang menderita sedangkan orang lain bahagia dan ceria. sering kita merasa bahwa Tuhan tidak adil.namun cobalah merenung dan merasakan apa yang kita alami sekarang sejenak saja. Tuhan memberikan setiap insan-Nya kesempatanyang sama untuk belajar dan belajar. Kalau mau menggunakan kesempatan ini dengan baik, mau mensyukuri apa yang diperoleh hari ini, ikhlas menerima " apapun yang telah terjadi hari ini adalah yang terbaik yang harus dijalani". Maka pada saat itu baru meraskan betapa mulianya Tuhan. tuhan tidak akan memberikan sesuatu langsung dari langit. Dia mendidik kita untuk menjadi mandiri dan berani menjalani hidup. Menerima sesuatu yang terjadi dengan ikhlas adalah modal dasar meraskan kebahagiaan hidup. Tuhan memberikan jalan yang berbeda untuk setiap orang, kadng lurus, kadang terjal, kadang berhasil, dan kadang gagal serta kecewa. Terkadang kita menggugat Tuhan karena sekan kita dirundung malang terus. Kadang kita bersyukur bahwa kita masih diberi jalan. Kadang kita bersyukur namun merasa kecewa dan menderita.
Hidup ini ada yang baik dan ada yang buruk, ada masalah yang mengerikan dan ada masalah yang menyenangkan. Ada kalanya kita berhasil dan ada kalanya tidak berhasil. Tidak ada manusia yang meraskan bahwa hidupnya tidak ada maslah. Tidak ada orang yang terus menerus berhasil, yang ada adalah ia belajar dari pengalaman untuk sukses. Penyesalan dan merasa tidak ada keadilan menyebabkan kita putus asa.